Lensa NewsSorot

Tak Hanya Andalkan APBD, DPRD Bogor Gandeng ANTAM Percepat Perbaikan SDN Cadas Leueur

Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor memastikan kondisi SDN Cadas Leueur telah ditindaklanjuti, sementara pembangunan melalui APBD masih menunggu tahapan perencanaan

KAB.BOGOR, NANGGUNG – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV dari Fraksi PAN, Usep Nukliri, memastikan pihaknya telah menindaklanjuti kondisi memprihatinkan SDN Cadas Leueur, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, setelah melakukan kunjungan langsung ke lokasi beberapa waktu lalu.

Menurut Usep, hasil peninjauan menunjukkan kondisi bangunan sekolah memang sudah sangat mengkhawatirkan sehingga membutuhkan penanganan segera demi menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.(21/07)

“Setelah kami melihat langsung kondisi sekolah, memang keadaannya sangat mengkhawatirkan. Kami sudah berkomunikasi dengan Bupati Bogor melalui Dinas Pendidikan agar pembangunan dapat segera direalisasikan. Selain itu, kami juga telah berkoordinasi dengan PT Aneka Tambang (ANTAM). Insya Allah, PT ANTAM akan segera melakukan rehabilitasi bangunan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya. Jadi, bentuk bantuannya bukan berupa anggaran yang diserahkan ke sekolah, melainkan pembangunan fisik yang langsung dikerjakan oleh PT ANTAM,” ujar Usep.

Ia menjelaskan, pembangunan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tetap harus mengikuti mekanisme perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan yang berlaku melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Kalau melalui APBD tentu ada tahapan dan program yang harus dilalui. SDN Cadas Leueur sebenarnya sudah masuk dalam daftar usulan bantuan revitalisasi. Namun, hingga saat ini program revitalisasi tersebut memang belum terealisasi di sekolah tersebut,” katanya.

Usep berharap seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolah-sekolah yang membutuhkan rehabilitasi, khususnya di wilayah Kecamatan Nanggung.

“Kami berharap semua stakeholder yang terlibat dalam dunia pendidikan dapat memberikan perhatian serius terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Bogor, khususnya di Kecamatan Nanggung. Anak-anak harus mendapatkan tempat belajar yang layak agar proses belajar mengajar berjalan maksimal. Dengan fasilitas yang baik, kita dapat mempersiapkan generasi yang berkualitas. Kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan anak-anak hari ini. Jika mereka dididik, dibimbing, dan difasilitasi dengan baik, saya yakin pada 2045 mereka akan menjadi generasi yang mampu mewujudkan Kabupaten Bogor menuju cita-cita ‘Kuta Udaya Wangsa’,” ungkapnya.

Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pendidikan, Usep menegaskan pengawasan terhadap kondisi sekolah terus dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, baik melalui rapat dengar pendapat (RDP) maupun forum diskusi lainnya.

“Di Komisi IV kami terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, baik melalui rapat dengar pendapat (RDP) maupun diskusi-diskusi lainnya. Kami menyampaikan berbagai masukan sekaligus meminta percepatan terhadap sekolah-sekolah yang belum mendapatkan bantuan, termasuk SDN Cadas Leueur. Tidak hanya Cadas Leueur, tetapi seluruh sekolah di Kabupaten Bogor yang belum dapat dibiayai melalui APBD diharapkan dapat memperoleh dukungan dari program CSR perusahaan, termasuk PT ANTAM maupun pihak lainnya, agar rehabilitasi dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

Terkait dukungan anggaran, Usep menyebut Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengalokasikan anggaran pendidikan yang cukup besar pada tahun 2026. Menurutnya, bantuan rehabilitasi tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga lembaga pendidikan swasta mulai dari PAUD, TK, RA, MI, SD, MTs, SMP hingga SMA.

“Kalau tidak salah anggaran sektor pendidikan di Kabupaten Bogor sekitar Rp3 triliun. Pada tahun 2026 ini, bantuan rehabilitasi tidak hanya diberikan kepada sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta mulai dari PAUD, TK, RA, MI, SD, MTs, SMP hingga SMA. Meskipun demikian, memang belum seluruh sekolah dapat terakomodasi sehingga prosesnya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” pungkasnya.

Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor berharap sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha melalui program CSR dapat mempercepat rehabilitasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, sehingga siswa dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.(Mar)

Berita terkait

Back to top button