Berita Kabupaten & KotaDaerah

Sumpah Pemuda Jadi Momentum Aksi Nyata, Cipayung Plus dan Polresta Bogor Kota Galang Dana Kemanusiaan

KOTA BOGOR — Semangat persatuan diuji bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui kepedulian terhadap sesama. Di tengah bencana yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, Cipayung Plus Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota memilih menerjemahkan solidaritas ke dalam aksi nyata melalui penggalangan dana kemanusiaan.

Gerakan tersebut diawali dengan Apel Solidaritas dan Kemanusiaan bertema “Peduli Sesama, Hadir untuk Kemanusiaan” di Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (28/10/2026). Kegiatan dipimpin Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Adhitya Panji Anom, S.I.K., M.H.P., dan dihadiri sekitar 200 undangan.

Aksi ini menyoroti kebutuhan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi para penggagas, kepedulian terhadap korban bencana perlu diwujudkan melalui kontribusi konkret, termasuk mengajak masyarakat menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Adhitya Panji Anom menyatakan dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan yang melibatkan kalangan mahasiswa. Sinergi kepolisian dan Cipayung Plus diharapkan dapat memperkuat gerakan sosial sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah.

Di sisi lain, Cipayung Plus Kota Bogor menegaskan bahwa mahasiswa memiliki ruang pengabdian yang luas. Selain menyampaikan aspirasi dan melakukan kontrol sosial, mahasiswa juga dapat mengambil peran langsung dalam gerakan kemanusiaan ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.

Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa persatuan harus melampaui slogan dan seremoni. Nilai kebersamaan perlu diwujudkan dalam tindakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang kehilangan rasa aman dan menghadapi kesulitan akibat bencana.

Cipayung Plus turut mengapresiasi Polresta Bogor Kota yang telah mengajak organisasi mahasiswa terlibat dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini mempertemukan elemen kepolisian dan mahasiswa dalam satu tujuan, yakni membangun kepedulian serta mendorong partisipasi publik untuk membantu sesama.

Perwakilan organisasi yang hadir meliputi Toni Al Fazri dari PMII, Abel Tampubolon dari GMKI, Moeltazam dari HMI DIPO, Frigy De Quirino dari PMKRI, La Olo Abdul dari KAMMI, Alwan Ramadhan dari GMNI, serta Fathi Raflian dari IMM.

Aksi tersebut menegaskan bahwa solidaritas tidak cukup diukur dari banyaknya seruan, melainkan dari kesediaan untuk bertindak. Ketika bencana menimpa saudara sebangsa, kepedulian lintas organisasi menjadi salah satu wujud nyata persatuan yang terus dibutuhkan Indonesia. (Surya SP)

Berita terkait

Back to top button