Berita Kabupaten & KotaDaerah

Bupati Bogor Kunjungi Korban Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Operasional Dapur SPPG Diusulkan Dihentikan Sementara

Rudy Susmanto memastikan penyebab dugaan keracunan akan diungkap berdasarkan hasil uji laboratorium, sementara seluruh biaya pengobatan korban ditanggung Pemerintah Kabupaten Bogor.

KAB.BOGOR, DRAMAGA – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengunjungi para korban yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Puskesmas Dramaga, Jumat (7/8/2026). Dalam kunjungannya, Rudy memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Ia menegaskan, langkah penanganan telah dilakukan sejak awal, termasuk pengambilan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab puluhan orang mengalami gejala keracunan.

“Kami sudah mengambil langkah-langkah, salah satunya mengambil sampel makanan yang sedang diuji di Labkesda Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.

Selain memastikan proses investigasi berjalan, Rudy juga menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, sebanyak 24 orang yang terdiri dari pelajar sekolah dasar, guru, hingga wali murid dilarikan ke Puskesmas Dramaga setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG. Para korban dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah.

Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor bersama Puskesmas Dramaga akan melakukan penelusuran langsung ke sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat program MBG.

“Sehingga kami akan sampaikan kepada publik berdasarkan data dan fakta, karena dapur tersebut melayani 2.666 penerima manfaat, sedangkan hari ini yang terduga keracunan ada 24 orang,” jelas Rudy.

Terkait operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan menu MBG, Rudy mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor telah berkoordinasi dan akan menyampaikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Rekomendasi tersebut berisi usulan penghentian sementara operasional dapur SPPG hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan penyebab dugaan keracunan dapat dipastikan.

“Untuk sampai dengan hasil lab keluar, kami meminta pelayanan dan operasional berhenti sementara. Dan untuk pengobatan bagi yang terduga keracunan, semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium agar penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif dan berdasarkan data ilmiah. Sementara itu, kondisi para korban terus dipantau oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Dramaga.(*)

Berita terkait

Back to top button