Listrik Bermasalah, Aliansi 4 Pilar Kepung PLN Bogor hingga Larut Malam

Kota Bogor – Persoalan pelayanan listrik kembali memantik kemarahan masyarakat. Aliansi 4 Pilar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UP3 Bogor, Kamis (13/8/2026), dan bertahan hingga larut malam lantaran pihak PLN disebut tidak kunjung menemui massa untuk memberikan penjelasan atas berbagai persoalan yang mereka soroti.
Aksi tersebut dipimpin Koordinator Lapangan, Alex. Ia menilai sikap PLN yang tidak menemui massa justru memperlihatkan buruknya respons terhadap keluhan masyarakat.
Situasi di lokasi sempat memanas. Massa melakukan pembakaran ban sebagai bentuk protes dan terjadi aksi dorong-mendorong pada pagar dengan petugas keamanan PLN UP3 Bogor. Ketegangan tersebut berlangsung ketika massa mendesak agar pihak PLN keluar dan berdialog secara langsung.
Alex menegaskan, kedatangan massa bukan tanpa alasan. Mereka membawa keluhan masyarakat yang disebut terdampak pemadaman listrik, kualitas tegangan, hingga persoalan pelayanan yang dinilai merugikan pelaku UMKM dan pedagang kecil.
“Kami datang membawa persoalan rakyat. Kami meminta PLN keluar dan memberikan penjelasan. Jangan ketika masyarakat dirugikan, justru pihak yang harus bertanggung jawab memilih diam dan bersembunyi di balik pagar,” tegas Alex.
Menurut Alex, pemadaman listrik yang dinilai terjadi tanpa pemberitahuan memadai telah menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah pelaku usaha disebut mengalami kerugian akibat bahan makanan rusak, makanan basi, penurunan omzet hingga terganggunya aktivitas perdagangan.
“Bagi PLN mungkin listrik padam hanya persoalan teknis. Tapi bagi pedagang kecil, listrik padam bisa berarti barang dagangan rusak dan penghasilan hilang. Ini yang harus dipahami,” ujarnya.
Aliansi 4 Pilar juga menyoroti dugaan pemasangan meteran listrik ilegal atau tidak sesuai prosedur yang diduga melibatkan oknum tertentu. Massa meminta persoalan tersebut diusut secara transparan dan hasil pemeriksaannya dibuka kepada publik.
Persoalan kualitas tegangan listrik turut menjadi sorotan. Massa meminta PLN bertanggung jawab apabila gangguan kualitas listrik terbukti menyebabkan kerusakan peralatan elektronik masyarakat, seperti kulkas, televisi, pompa air maupun peralatan usaha.
Tak hanya itu, Alex juga mempertanyakan transparansi program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN. Menurutnya, masyarakat yang terdampak langsung persoalan kelistrikan semestinya menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian.
“Jangan hanya datang ketika masyarakat membayar tagihan. Ketika masyarakat mengalami kerugian, PLN juga harus hadir memberikan solusi. CSR juga harus jelas siapa penerimanya dan apa manfaatnya bagi masyarakat,” kata Alex.
Aliansi 4 Pilar mendesak PLN menghentikan pemadaman yang dinilai merugikan masyarakat, mengusut dugaan pemasangan meteran ilegal, memperbaiki kualitas tegangan listrik, serta memberikan ganti rugi apabila terbukti terdapat kerusakan peralatan akibat gangguan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Mereka juga meminta transparansi penyaluran CSR dan mendesak agar program tersebut benar-benar menyentuh masyarakat serta pelaku UMKM yang terdampak.
Alex menegaskan, aksi tersebut tidak berhenti hanya karena pihak PLN belum memberikan respons.
“Kami akan terus kawal. Jangan berharap persoalan ini hilang hanya karena massa pulang. Selama rakyat belum mendapatkan jawaban dan solusi, kami akan terus mempertanyakan. PLN jangan hanya kuat di balik pagar, tetapi harus berani bertanggung jawab di hadapan masyarakat,” tegas Alex.
Aksi yang berlangsung hingga larut malam tersebut menjadi puncak kekecewaan massa terhadap sikap PLN UP3 Bogor. Aliansi 4 Pilar menyatakan akan terus mengawal tuntutan mereka sampai terdapat respons dan langkah konkret dari pihak PLN. (Surya SP)




