Headline UtamaLensa News

Festival Merah Putih Satukan Perempuan Indonesia, Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

KOWANI, PIM, dan PPMI berkolaborasi memperkuat pelestarian kebaya, pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta pengembangan UMKM melalui Festival Merah Putih di Jakarta.

JAKARTA – Semangat persatuan dan kolaborasi perempuan Indonesia diwujudkan melalui Festival Merah Putih yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (23/8/2026). Kegiatan yang mempertemukan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Perkumpulan Perempuan Indonesia Maju (PIM), dan Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) tersebut mengangkat pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi UMKM.

Festival Merah Putih dihadiri sejumlah pimpinan dan tokoh organisasi perempuan, di antaranya Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029 Nannie Hadi Tjahjanto, Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro, S.H., M.Kn., Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam, Pembina DPP PIM Tantri Relatami, Rektor UNIPI sekaligus Dewan Pembina DPP PIM Prof. Dr. Francisca Sestri, Dewan Pengawas DPP PIM Soraya Togas, serta Ketua Umum BPP HIPMI Womenpreneur Aisyah Melissa Hamid. Sejumlah perwakilan panitia, mitra pendukung, desainer, dan juri fashion show dan mendukung kegiatan tersebut, di antaranya Bhyandha by Halida Noor, MIWA Pattern by Mira Hoeng, Enny Collection by Enny, Edith House by Edita, Imogen by Sasa, Rizz Ashar by Fariz Ashar, Meemaa Style, Rakuna by Ratna Kurnia, Opie Ovie, dan Lenny Agustin.

Rangkaian Festival Merah Putih diisi Parade Kebaya Merah Putih, talk show, pertunjukan seni, special show, dan fashion show yang melibatkan berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan generasi muda.

Kolaborasi Perempuan untuk Gerakan Bersama

Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro mengatakan Festival Merah Putih menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama antarelemen perempuan Indonesia. Menurutnya, perbedaan latar belakang organisasi dapat menjadi kekuatan ketika disatukan dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ketika perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi dapat duduk bersama, bekerja bersama, dan menghadirkan kegiatan yang positif, tentu akan memberikan energi yang besar bagi kemajuan perempuan dan bangsa Indonesia,” ujar Lana.

Ia menuturkan, gagasan Festival Merah Putih bermula dari komunikasi dengan Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam. Dari komunikasi tersebut, kolaborasi kemudian dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur organisasi perempuan.

Festival tidak hanya menghadirkan Parade Kebaya Merah Putih, tetapi juga talk show, special show, pertunjukan seni, serta kegiatan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.

Lana menilai keterlibatan anak-anak dan generasi muda menjadi bagian penting karena mereka memiliki peran strategis dalam meneruskan nilai-nilai budaya Indonesia kepada generasi berikutnya.

“Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya, persatuan, dan Indonesia sejak dini,” katanya.

KOWANI: Kebaya Punya Potensi Ekonomi

Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029 Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan pelestarian kebaya tidak sebatas menjaga warisan budaya. Kebaya juga memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi melalui keterlibatan pengrajin, penjahit, desainer, dan pelaku UMKM.

1 2 3 4Next page

Admin Lensa

Portal Berita Teraktual Dan Terupdate

Berita terkait

Back to top button