Kekeringan Semakin Meluas di Leuwiliang, Lima Desa Mulai Terdampak Krisis Air Bersih

KAB. BOGOR — Dampak musim kemarau dan kekeringan semakin meluas di wilayah Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Sejumlah desa mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air dan sumur warga mengalami penurunan debit hingga mengering.
Sedikitnya lima desa di Kecamatan Leuwiliang tercatat terdampak kondisi tersebut, yakni Desa Leuwiliang, Desa Purasari, Desa Cibeber 1, Desa Leuwimekar, dan Desa Karyasari. (05/09)
Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap pasokan air bersih bagi masyarakat terus meningkat. Warga yang sebelumnya mengandalkan sumur dan sumber mata air di sekitar permukiman kini mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Adi Yuliana dari Bidang PK BPBD Kabupaten Bogor mengatakan, meluasnya dampak kekeringan di Kecamatan Leuwiliang menjadi perhatian BPBD. Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kesulitan air bersih sekaligus menindaklanjuti permintaan bantuan dari masyarakat.
“Untuk wilayah Leuwiliang memang dampak kekeringan mulai meluas. Ada beberapa desa yang sudah mengalami kesulitan air bersih, di antaranya Leuwiliang, Purasari, Cibeber 1, Leuwimekar dan Karyasari,” ujar Adi Yuliana.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi seiring menurunnya intensitas hujan yang menyebabkan ketersediaan air di sejumlah sumber air masyarakat semakin berkurang.
BPBD Kabupaten Bogor, kata Adi, terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui pendistribusian air bersih ke titik-titik yang mengalami kekurangan air.
“BPBD terus melakukan pemantauan dan pendistribusian air bersih berdasarkan laporan serta kebutuhan masyarakat di lapangan,” katanya.
Sebelumnya, data BPBD juga mencatat dampak kekeringan di Kabupaten Bogor telah menjangkau puluhan kecamatan. Hingga awal September 2026, penanganan krisis air bersih tercatat mencakup ratusan titik distribusi dengan jumlah warga terdampak mencapai ratusan ribu jiwa.
Kondisi kekeringan juga dirasakan warga Desa Purasari. Pada akhir Agustus lalu, BPBD bersama Pemerintah Desa Purasari menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Satu yang mengalami kekeringan dan sumur mulai mengering.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor memperpanjang status tanggap darurat kekeringan hingga 15 September 2026 menyusul kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Dengan semakin meluasnya wilayah terdampak, masyarakat di Kecamatan Leuwiliang diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan air bersih agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah dan BPBD.
Kondisi ini sekaligus menjadi perhatian serius karena apabila musim kemarau berlangsung lebih lama, kebutuhan distribusi air bersih diperkirakan akan terus meningkat.(Mar)

