Berita Kabupaten & KotaDaerah

NTT Memanggil, PMIT dan FPNT Cabang Bogor Bergerak Galang Dana untuk Korban Bencana

Kota Bogor — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FPNT) Cabang Bogor berkolaborasi dengan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Timur (PMIT) menggelar penggalangan dana di Kota Bogor.

Gerakan tersebut lahir bukan semata karena informasi yang beredar di media sosial. Bagi mahasiswa dan pemuda asal NTT, kondisi di kampung halaman dirasakan langsung melalui komunikasi dengan keluarga yang berada di wilayah terdampak.

Saat dihubungi media, Senin (24/8/2026), Koordinator Aksi Penggalangan Dana Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FPNT) Cabang Bogor, Fransiskus Darma, mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan panggilan kemanusiaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat di kampung halaman.

“Ini murni panggilan hati. Kami memang dibentuk salah satunya untuk kepentingan kemanusiaan. Mayoritas kami berasal dari Flores, sehingga ketika keluarga di kampung menjerit, kami merasakan langsung. Bukan hanya melalui media sosial atau perantara, tetapi melalui komunikasi langsung dengan keluarga,” ujar Fransiskus.

Menurut Fransiskus, salah satu persoalan paling mendesak yang dihadapi masyarakat terdampak adalah keterbatasan akses air bersih. Sejumlah fasilitas penampungan air disebut mengalami kerusakan sehingga pasokan air berkurang dan masyarakat harus mencari sumber air dengan jarak yang cukup jauh.

“Bahkan ada masyarakat yang harus menempuh sekitar lima kilometer untuk mengambil air bersih,” katanya.

Selain air bersih, keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok dan belum meratanya distribusi bantuan juga menjadi persoalan. Wilayah yang berada di sepanjang jalan provinsi maupun jalan nasional dinilai lebih mudah dijangkau, sementara kampung-kampung yang berada jauh dari jalur utama masih menghadapi kendala.

“Yang ter-cover selama ini lebih banyak yang berada di pinggir jalan. Kalau kampung-kampung di dalam, sangat sulit dijangkau,” ujar Fransiskus.

Kondisi geografis turut memperberat proses distribusi. Sejumlah wilayah harus ditempuh melalui jalan desa, melewati sungai dan lembah, bahkan terdapat kawasan yang mengalami keterbatasan akses akibat kondisi infrastruktur.

Atas kondisi tersebut, FPNT Cabang Bogor bersama PMIT memilih membuka penggalangan dana dengan mengutamakan bantuan dalam bentuk uang tunai. Menurut Fransiskus, pilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas penyaluran serta kebutuhan masyarakat yang dapat berubah sesuai tahapan pemulihan.

1 2Next page

Admin Lensa

Portal Berita Teraktual Dan Terupdate

Berita terkait

Back to top button