
KAB.BOGOR – Peristiwa tragis meninggalnya seorang anak akibat serangan anjing pemburu babi di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, pada Minggu lalu, terus menjadi perhatian publik. Kasus yang menewaskan bocah berusia 9 tahun tersebut kini mendapat sorotan dari Ketua Yayasan Bantuan Hukum (YBH) BATARA, Diansyah Putra Gumay.
Diansyah menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat dan profesional yang dilakukan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor dalam menangani kasus tersebut. Menurutnya, penanganan yang dilakukan aparat kepolisian menunjukkan keseriusan dalam mengungkap peristiwa yang telah merenggut nyawa seorang anak di bawah umur.
“Kami dari YBH BATARA mengapresiasi kinerja Unit PPA Polres Bogor yang bergerak cepat menangani kasus ini. Ini menjadi bentuk keseriusan aparat penegak hukum dalam memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban,” ujar Diansyah, Selasa saat dihubungi dikantor nya (9/6/2026).
Ia menilai, langkah kepolisian yang telah memeriksa puluhan saksi dan menetapkan pemilik anjing pemburu sebagai tersangka merupakan tindakan tepat demi memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Sebelumnya, Polres Bogor diketahui telah memeriksa puluhan pemburu serta mengamankan sejumlah kendaraan yang digunakan dalam aktivitas perburuan babi hutan tersebut.
Menurut Diansyah, tragedi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya terkait pengawasan aktivitas perburuan liar menggunakan anjing pemburu di kawasan hutan yang berdekatan dengan permukiman warga.
“Peristiwa ini jangan dianggap biasa. Aktivitas perburuan dengan melepas banyak anjing tanpa pengawasan jelas sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar, apalagi anak-anak,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum membuat aturan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas berburu menggunakan anjing pemburu agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, Diansyah meminta seluruh pihak untuk mengawal proses hukum hingga tuntas dan tidak terpengaruh oleh opini liar di media sosial. Ia berharap keluarga korban mendapatkan keadilan atas musibah yang terjadi
Kasus tersebut sebelumnya menghebohkan masyarakat setelah seorang bocah berinisial MAS (9) ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Jasinga diduga akibat serangan empat ekor anjing pemburu babi hutan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif dan menetapkan pemilik anjing berinisial Y sebagai tersangka.(Mar)

