SPPG Yayasan BRP Klarifikasi Aksi Mahasiswa, Pastikan Operasional Dapur MBG Tetap Berjalan Normal
Kepala SPPG BRP, Frely, menegaskan distribusi makanan bagi sekolah dan posyandu tidak terganggu, seluruh operasional mengacu pada SOP serta siap dievaluasi oleh instansi berwenang.

KOTA BOGOR – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan BRP akhirnya memberikan klarifikasi terkait aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa yang mempersoalkan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala SPPG BRP, Frely, memastikan seluruh kegiatan operasional tetap berjalan normal dan pelayanan kepada para penerima manfaat tidak mengalami gangguan.
Frely menjelaskan, sejak pagi hari dapur SPPG BRP tetap melaksanakan seluruh tahapan kegiatan, mulai dari proses produksi hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah dan posyandu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Operasional berjalan seperti biasa. Distribusi ke sekolah maupun posyandu tetap dilakukan dan tidak ada kendala,” ujar Frely kepada awak media.
Menanggapi berbagai tudingan yang disampaikan dalam aksi mahasiswa terkait dugaan pelanggaran operasional, Frely menegaskan bahwa seluruh aktivitas SPPG BRP telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku serta berada dalam pengawasan instansi terkait.
Menurutnya, evaluasi dari pemerintah juga terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan.
“Sejauh ini kami menerapkan SOP yang berlaku. Dari Dinas Kesehatan juga rutin melakukan kunjungan dan evaluasi, dan seluruh hasil evaluasi kami tindak lanjuti,” katanya.
Terkait persoalan pemanfaatan akses yang menjadi salah satu sorotan massa aksi, Frely menjelaskan pihaknya telah melakukan penyesuaian sebelum aksi berlangsung. Pagar yang sebelumnya dipersoalkan telah dipindahkan ke dalam area sehingga tidak lagi menjorok ke trotoar. Selain itu, penataan pada area depan bangunan juga telah dilakukan.
“Perubahan itu sudah kami lakukan. Pagar sudah ditarik ke dalam dan area depan juga sudah kami rapikan sebagai bentuk tindak lanjut atas masukan yang diterima,” jelasnya.
Frely juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap setiap bentuk pemeriksaan maupun evaluasi dari pemerintah apabila diperlukan. Menurutnya, koordinasi dan evaluasi internal juga terus dilakukan agar seluruh kegiatan operasional tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami siap apabila ada evaluasi maupun pemeriksaan. Secara internal juga terus dilakukan koordinasi dan evaluasi agar operasional tetap sesuai ketentuan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Frely turut memaparkan kondisi sumber daya manusia di SPPG BRP. Saat ini, dapur MBG didukung oleh tiga personel dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta 47 relawan yang terlibat dalam operasional sehari-hari.
Mengenai kesejahteraan pekerja, ia menjelaskan bahwa pemberian upah telah mengikuti petunjuk teknis yang berlaku, yakni sebesar Rp100 ribu per hari dengan penyesuaian berdasarkan tingkat kesulitan pekerjaan dan divisi masing-masing.
Sementara itu, terkait konsumsi pekerja, Frely menyebut biaya makan tidak termasuk dalam komponen anggaran upah yang diterima para relawan maupun tenaga kerja di SPPG BRP.
Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai respons atas aksi unjuk rasa mahasiswa yang sebelumnya meminta penjelasan mengenai operasional SPPG Yayasan BRP sekaligus mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, pihak SPPG menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sesuai regulasi dan tetap terbuka terhadap pengawasan dari instansi berwenang.(Surya)


