Jelang Seren Taun dan Sedekah Bumi, Sesepuh Kampung Ciawitali Gelar Doa Bersama di Maqom Kramat
Tradisi Tetap Terjaga, Sesepuh dan Warga Ciawitali Gelar Doa Bersama Jelang Sedekah Bumi

KAB.BOGOR – Menjelang pelaksanaan tradisi adat Seren Taun dan Sedekah Bumi, para sesepuh dan tokoh masyarakat Kampung Ciawitali RT 03 RW 10, Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menggelar doa bersama dan ziarah kubur di Maqom Kramat Emak Uyut Min, sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kelancaran, keselamatan, serta keberkahan rangkaian acara yang akan dilaksanakan keesokan harinya.(11/07)
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Para sesepuh, tokoh adat, serta warga yang hadir memanjatkan doa bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus mengenang jasa para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai budaya dan tradisi yang masih terus dijaga hingga saat ini.
Ziarah ke Maqom Kramat Emak Uyut Min menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang Seren Taun dan Sedekah Bumi. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sebagai simbol penghormatan kepada leluhur serta ungkapan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Menurut para sesepuh, doa bersama bukan hanya menjadi tradisi yang sarat makna spiritual, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan pelestarian budaya menjadi semangat utama dalam setiap pelaksanaan Seren Taun dan Sedekah Bumi.
“Doa bersama ini merupakan ikhtiar batin sebelum pelaksanaan Seren Taun. Kami memohon kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian acara diberikan kelancaran, keselamatan, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Di sisi lain, ziarah ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah menjaga dan mewariskan adat istiadat hingga tetap lestari sampai sekarang,” ujar Eming salah sesepuh Yang Ketua RW 10.
Sementara itu Kepala Desa Gunung Picung, Abdulrohim, mengatakan bahwa tradisi ini merupakan warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat. Menurutnya, ziarah kubur bukan sekadar mengenang jasa para leluhur, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan serta memanjatkan doa agar seluruh kegiatan berjalan dengan lancar.
“Doa bersama dan ziarah kubur ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon kepada Allah SWT agar pelaksanaan Seren Taun dan Sedekah Bumi diberikan kelancaran, keberkahan, keselamatan, serta menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga. Kami juga berharap tradisi leluhur ini terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Desa Gunung Picung,” ujar Abdulrohim.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Gunung Picung mendukung penuh pelestarian tradisi Seren Taun dan Sedekah Bumi karena selain memiliki nilai religius dan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat gotong royong serta memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda.
Seren Taun dan Sedekah Bumi sendiri merupakan tradisi budaya masyarakat agraris yang sarat dengan nilai syukur atas hasil bumi sekaligus menjadi upaya menjaga warisan budaya Sunda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Selain menjadi kegiatan adat, tradisi ini juga menjadi ruang memperkuat persaudaraan, memperkokoh identitas budaya, dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
Rencananya, puncak pelaksanaan Seren Taun dan Sedekah Bumi akan digelar pada esok hari dengan melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai unsur lainnya. Beragam prosesi adat dan kegiatan budaya telah dipersiapkan untuk memeriahkan acara yang menjadi kebanggaan masyarakat Kampung Ciawitali, Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan.(Mar)

