Berita Kabupaten & KotaDaerah

Bukan Sekadar Karnaval, Warga RW 03 Sempur Sulap Barang Bekas Jadi Busana Kreatif

Kota Bogor – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RW 03 Lebak Pilar, Kelurahan Sempur, Kota Bogor, tidak sekadar menghadirkan perlombaan dan karnaval. Kreativitas warga justru menjadi warna tersendiri, salah satunya melalui pemanfaatan bahan daur ulang yang disulap menjadi busana karnaval.

Ketua Karang Taruna Lubuk Sipatahunan Kelurahan Sempur, Fera Lumuru, mengatakan konsep busana daur ulang sengaja dimasukkan dalam penilaian untuk mendorong kreativitas warga dalam memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai.

“Untuk penilaian busana daerah, saya mengambil konsep busana daur ulang. Tujuannya agar warga bisa berinovasi dan berkreasi menggunakan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai menjadi sebuah busana,” ujar Fera.

Menurutnya, kreativitas warga juga terlihat dari pemilihan tema profesi. Salah satu yang ditonjolkan adalah sosok pramugari sebagai simbol bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk menentukan masa depannya.

“Kenapa saya pilih pramugari? Karena perempuan itu tidak harus selalu di belakang. Mereka bisa menjadi apa pun yang mereka mau,” tegasnya.

Selain profesi, unsur budaya Nusantara juga menjadi bagian dari penilaian. Fera memilih budaya Bali sebagai salah satu representasi karena dinilai memiliki daya tarik kuat dan dikenal luas hingga mancanegara.

“Budaya Indonesia sangat banyak dan semuanya bagus. Bali menjadi salah satu budaya Nusantara yang sangat dikenal dunia. Tapi bukan berarti daerah lain tidak bagus,” katanya.

Fera mengapresiasi seluruh RT yang dinilai mampu menunjukkan kekompakan dalam mengikuti karnaval. Kreativitas warga dalam mengolah bahan daur ulang hingga menampilkan busana daerah menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi.

Bukan Sekadar Karnaval, Warga RW 03 Sempur Sulap Barang Bekas Jadi Busana Kreatif

“RT-RT keren. Mereka bisa membuat warganya kompak dalam karnaval kali ini. Kreativitasnya juga luar biasa, dari bahan daur ulang banyak yang dimanfaatkan, busana daerahnya juga keren-keren,” ungkap Fera.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, Fera menilai ada satu faktor yang jauh lebih penting, yakni kekompakan di tingkat RW. Menurutnya, kegiatan besar seperti karnaval tidak akan berjalan tanpa dukungan dan kebersamaan seluruh unsur masyarakat.

“Yang paling keren justru RW-nya. Bagaimanapun, kalau pemangku wilayahnya tidak guyub, tidak akan terjadi kegiatan seperti ini dan tidak akan ada karnaval 17 Agustus seperti sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 03 Lebak Pilar, Khairul Ansori, sebelumnya menegaskan bahwa perlombaan antar-RT bukanlah ajang untuk mempertajam persaingan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum mempererat silaturahmi warga dari RT 01 hingga RT 06.

“Menang atau kalah, kita anggap semuanya sebagai silaturahmi antarwarga RW 03. Jangan sampai karena perlombaan justru muncul gesekan,” kata Ansori.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, para ketua RT, donatur serta Karang Taruna Lubuk Sipatahunan yang telah ikut menggerakkan kegiatan masyarakat.

Bagi warga RW 03 Lebak Pilar, karnaval HUT ke-81 RI akhirnya bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Ada pesan tentang gotong royong, kreativitas, persatuan dan keberanian warga untuk mengubah sesuatu yang sederhana menjadi karya yang bernilai.

Semangat kemerdekaan pun terasa bukan hanya dari atribut merah putih, tetapi dari bagaimana warga mampu bergotong royong, berkreasi dan menjaga kekompakan di lingkungan sendiri. (Surya Sp)

Admin Lensa

Portal Berita Teraktual Dan Terupdate

Berita terkait

Back to top button