Breaking NewsLensa News

Respons Cepat Pascaviral, Pembangunan SDN Cadas Leueur Resmi Dimulai

Sorotan publik mempercepat penanganan sekolah rusak di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung. Empat ruang kelas dan satu ruang guru mulai dibangun, sementara ratusan siswa masih menjalani proses belajar secara darurat.

KAB.BOGOR, NANGGUNG – Setelah viral diberitakan media online, cetak, hingga TV nasional, kondisi memprihatinkan SDN Cadas Leueur di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, akhirnya mendapat perhatian serius.

Sekolah yang sempat membuat ratusan siswa belajar di saung terpal kini mulai ditangani Pemkab Bogor bersama CSR Antam Pongkor.

Kepala Sekolah SDN Cadas Leueur, Juju Juhaeriyah, mengungkapkan, “Kemarin mereka dadakan atas instruksi Pak Bupati dan Kadis Pendidikan Kabupaten Bogor itu cek lokasi. Alhamdulillah setelah ramainya jadi perhatian dalam satu minggu sekolah bisa dieksekusi oleh Pemkab Bogor dan bantuan CSR Antam Pongkor.”ujarnya

Menurut Juju, Dinas Pendidikan melalui Kabid Sarpras turun langsung bersama Sekcam dan kontraktor. PT Nilasari bersama perwakilan CSR Antam Pongkor bahkan langsung membongkar ruang kelas rusak. Namun, ia menegaskan bantuan CSR sifatnya masih ringan.

Kondisi Darurat Ruang Belajar Jumlah siswa:

265 anak. Ruang layak: hanya 3 kelas kecil, tidak standar.

Pembangunan baru: 4 ruang kelas, termasuk 1 ruang guru.

Belajar darurat: sebagian siswa menumpang di madrasah milik warga dengan sistem bergantian.

“Ruang yang bisa digunakan hanya tiga, itu pun kecil. Yang dibangun ada empat ruang kelas dan satu ruang guru,” jelas Juju, yang baru setahun menjabat kepala sekolah.

Harapan Perluasan Juju menekankan kebutuhan mendesak akan perluasan lahan.

“Setiap tahunnya murid yang masuk semakin bertambah. Kami sudah berkoordinasi dengan tokoh setempat agar ada perluasan ruang kelas,” ujarnya.

Saat di konfirmasi melalui perpesanan WhatsApp Rabu 22, Juli, 2026. Sekertaris Kecamatan Nanggung (Sekcam) Burhanudin.

Ia membenarkan telah adanya kunjungan dari pihak Sarpas Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

“Muhun artinya (Iya) Dan Kabid sarpras Disdik.”katanya

Ditempat terpisah saat di konfirmasi. Wartawan Rabu (22/07/2026). Respon Pemerintah Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Rusliyandi belum memberikan tanggapan resmi. Namun, langkah cepat eksekusi proyek menjadi sinyal bahwa tekanan publik dan sorotan media berhasil mendorong pemerintah bergerak.***

Admin Lensa

Portal Berita Teraktual Dan Terupdate

Berita terkait

Back to top button