RSUD Moh. Noh Nur Benarkan Terima Dua Korban Pengajian Akbar, Satu Pasien Meninggal dalam Perjalanan

KAB.BOGOR, LEUWILIANG – RSUD Moh. Noh Nur Kabupaten Bogor membenarkan telah menerima dua pasien yang merupakan korban dari insiden saat kegiatan Pengajian Akbar yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Barkot dan Majelis Taklim Fatimah Azzahra yang digelar di Gedung SBS Premiere Venue, Jalan Lingkar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
Perwakilan RSUD Moh. Noh Nur menjelaskan, kedua pasien tiba di rumah sakit pada hari kejadian. Dari dua pasien tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit atau Dead on Arrival (DOA), sementara satu pasien lainnya mendapat penanganan medis dan diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan stabil.
“Benar, kami menerima dua pasien yang diduga berkaitan dengan peristiwa di lokasi Pengajian Akbar. Satu pasien dipulangkan karena kondisinya baik setelah mendapatkan pemeriksaan, sedangkan satu pasien lainnya datang ke RSUD dalam kondisi Dead on Arrival (DOA) atau meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit,” ujar perwakilan RSUD Moh. Noh Nur.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa mereka tidak dapat membuka identitas lengkap pasien karena terikat dengan ketentuan kerahasiaan data medis. Informasi yang dapat disampaikan kepada publik hanya sebatas inisial.
“Kami tidak bisa membuka data pasien karena sifatnya privasi. Yang dapat kami sampaikan hanya inisial korban, yaitu IF (49 tahun), warga Kecamatan Ciampea. Untuk informasi lebih rinci mengenai kronologi kejadian di lokasi, silakan menghubungi pihak panitia penyelenggara,” jelasnya.
RSUD juga menerangkan bahwa saat pasien berinisial IF tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kondisinya sudah tidak menunjukkan respons dan tidak bernapas. Meski demikian, tim medis tetap menjalankan seluruh prosedur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Ketika pasien tiba di IGD, kondisinya sudah tidak ada respons dan tidak bernapas. Sesuai SOP, petugas tetap melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Resusitasi Jantung Paru (RJP), serta pemeriksaan Elektrokardiografi (EKG) untuk memastikan kondisi pasien. Setelah seluruh prosedur dilakukan, pasien dinyatakan Dead on Arrival (DOA) atau meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit,” terang perwakilan RSUD.
Sementara itu, pasien lainnya datang dengan kondisi sadar dan mengeluhkan nyeri pada bagian ulu hati. Setelah dilakukan pemeriksaan, keluhan tersebut diduga dipicu karena pasien belum makan.
“Pasien yang satu lagi mengeluhkan sakit pada ulu hati. Setelah diperiksa, kondisinya baik dan diduga keluhan tersebut karena pasien belum makan. Setelah dipastikan stabil, pasien diperbolehkan pulang,” tambahnya.
Terkait penyebab pasti meninggalnya korban, pihak RSUD Moh. Noh Nur menegaskan tidak dapat memberikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian di lokasi. Rumah sakit hanya menyampaikan kondisi medis pasien saat tiba di IGD, sedangkan kronologi maupun penyebab insiden menjadi kewenangan pihak yang menangani peristiwa tersebut.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa kepadatan jemaah saat menghadiri Pengajian Akbar diduga menyebabkan sejumlah peserta mengalami sesak dan terjatuh.(Mar)



