Dalih Aktivitas Ilegal, Pengguna DANA Kehilangan Uang
KAB.BOGOR, LEUWILIANG — Pengguna aplikasi dompet digital DANA berinisial N (46) kehilangan saldo secara misterius setelah menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pihak resmi layanan. Pesan tersebut menyebut adanya aktivitas ilegal pada akun, disertai ancaman pembekuan permanen jika pengguna tidak segera melakukan verifikasi.
Dalam pesan yang beredar, pelaku mengaku berasal dari PT Espay Debit Indonesia Koe dan menyampaikan bahwa akun pengguna terdeteksi melakukan aktivitas tidak wajar, bahkan dituduh terlibat dalam perjudian online. Pengguna kemudian diminta memilih beberapa opsi atau mengklik tautan pemulihan akun yang disediakan.(18/03)
N mengaku saat menerima telepon dan pesan via WhatsApp mengaku dari CS Layanan aplikasi Dana. Tanpa curiga, ia langsung mengklik tautan dan mengikuti instruksi yang diberikan. Namun, tak lama setelah itu, saldo dalam akun DANA miliknya justru terkuras habis.
“Saya pikir itu resmi karena ada logo dan bahasanya meyakinkan. Tapi setelah saya dapat OTP, tidak lama tiba-tiba saldo saya hilang,” ujarnya.
Modus penipuan ini diduga merupakan bentuk phishing, di mana pelaku berusaha mencuri data pribadi pengguna melalui tautan palsu. Link yang disertakan dalam pesan tidak mengarah ke situs resmi DANA, melainkan ke halaman tiruan yang dirancang menyerupai layanan asli.
Pihak PT Espay Debit Indonesia Koe sendiri telah berulang kali mengimbau pengguna agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang meminta data pribadi, termasuk PIN, kode OTP, maupun informasi sensitif lainnya. DANA menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta pengguna melakukan verifikasi melalui tautan tidak resmi.
Pengamat keamanan digital menilai, rendahnya literasi digital masyarakat menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Ia mengingatkan agar pengguna selalu memeriksa keaslian informasi dan hanya mengakses layanan melalui aplikasi resmi atau situs terpercaya.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang semakin marak. Jika menerima pesan mencurigakan, pengguna disarankan untuk tidak mengklik tautan apapun dan segera melaporkannya ke pihak resmi DANA atau otoritas terkait.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa di era digital, kehati-hatian dalam menjaga data pribadi menjadi kunci utama untuk menghindari kerugian finansial.(Mar)



