RESUS Soroti Penanganan Sampah di Pamijahan: Bandingkan Aksi Nyata dengan Kegiatan Seremonial

KAB.BOGOR, PAMIJAHAN – Persoalan sampah di wilayah Kecamatan Pamijahan kembali menjadi sorotan. Relawan lingkungan yang tergabung dalam komunitas RESUS menyayangkan kegiatan Operasi Bersih (OPSI) yang digelar oleh pihak Kecamatan Pamijahan bersama Satgas DLH Kecamatan Pamijahan, yang dinilai belum menyentuh persoalan utama, khususnya penumpukan sampah di kawasan pasar.
Kegiatan OPSI tersebut diketahui dilaksanakan di wilayah perbatasan dua desa, yakni Desa Cibening dan Desa Gunung Menyan, tepatnya di Kampung Kenanga hingga Kampung Cikoan. Namun, menurut pihak RESUS, kegiatan tersebut dinilai lebih bersifat seremonial dan belum menyasar titik-titik krusial yang selama ini menjadi sumber persoalan sampah.
Founder RESUS menyatakan kekecewaannya terhadap langkah yang diambil pihak kecamatan dan Satgas DLH Kecamatan Pamijahan. Ia bahkan menegaskan kesiapannya untuk adu argumen terkait titik-titik sampah yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius, terutama di kawasan Pasar Segog yang dinilai sangat urgen.
“Masalah sampah di Pasar Segog itu nyata dan mendesak, tapi seolah luput dari perhatian. Kami siap berdiskusi terbuka soal data dan titik lokasi yang memang membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.
Selama tiga tahun terakhir, RESUS mengklaim telah konsisten melakukan berbagai kegiatan lingkungan di 15 desa se-Kecamatan Pamijahan. Kegiatan tersebut meliputi evakuasi sampah, pemulihan ekosistem, hingga edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, RESUS juga berkolaborasi dengan UPTPS 6 Leuwiliang DLH serta Pemerintah Desa Cibening dalam upaya penanganan sampah secara langsung di lapangan. Berbeda dengan kegiatan OPSI yang dinilai masih berskala kecil, RESUS menekankan pentingnya aksi nyata yang berkelanjutan.
“Kami ini praktisi lingkungan, dan tetap berkomitmen menjaga alam. Apa yang kami lakukan bukan sekadar kegiatan sesaat, tapi konsisten dan menyasar titik masalah,” tambahnya.
Lebih lanjut, RESUS juga menyoroti kinerja Satgas DLH Kecamatan Pamijahan yang dianggap belum efektif dalam menjalankan fungsi penanganan lingkungan. Bahkan, mereka berharap adanya evaluasi hingga pergantian personel agar peran Satgas DLH di tingkat kecamatan bisa lebih optimal.
“Selama ini terkesan hanya bermain di zona aman. Edukasi ke masyarakat soal bahaya sampah juga minim, padahal tumpukan sampah di beberapa titik sudah sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.
RESUS juga menilai bahwa pemerintah kecamatan seharusnya lebih hadir dalam menyelesaikan persoalan mendasar seperti penanganan sampah di pasar tradisional. Kegiatan yang bersifat pencitraan dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan penanganan nyata di lapangan.
Hingga saat ini, polemik sampah di Pasar Segog masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. RESUS berharap ada langkah konkret dan kolaboratif dari semua pihak agar persoalan lingkungan di Pamijahan tidak semakin memburuk.(Mar)

