Warga Gelar Aksi di Depan Gerbang TPAS Galuga, Sampaikan Empat Tuntutan

KAB.BOGOR, CIBUNGBULANG — Forum Komunikasi Masyarakat Galuga (FKMG) bersama Forum Silaturahmi Warga Terdampak TPAS Galuga (FOSGA) menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk TPAS Galuga. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes warga terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian dari pemerintah.(19/02)
Dalam aksi itu, massa menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, meminta pemerintah segera membayar ganti rugi tanaman milik warga yang tertimbun serta tercemar limbah dari aktivitas TPAS. Kedua, mendesak pemerintah agar segera melakukan pembebasan lahan untuk perluasan area TPAS.
Ketiga, warga menuntut penghentian pembuangan sampah pada lahan yang telah dilarang penggunaannya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Keempat, mereka meminta agar truk pengangkut sampah tidak lagi beroperasi dengan muatan melebihi kapasitas karena dinilai memperparah dampak lingkungan dan kerusakan jalan di sekitar lokasi.
Koordinator aksi, Nanang Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan unjuk rasa direncanakan berlangsung selama dua hari atau hingga tuntutan warga mendapat respons dan kepastian dari pihak terkait. Ia menegaskan warga terdampak menginginkan penyelesaian konkret, bukan sekadar janji.
“Aksi ini akan terus kami lakukan sampai ada kejelasan mengenai hak-hak warga yang selama ini terdampak aktivitas TPAS,” ujar Nanang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait tuntutan yang disampaikan para peserta aksi.(Mar)



