FMG Protes FGD Rencana PSEL di TPA Galuga, Tuntut Kejelasan Kompensasi Lahan

KAB.BOGOR, CIBUNGBULANG – Aksi protes dilakukan oleh Forum Masyarakat Galuga (FMG) terhadap pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait rencana Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga. Warga menilai kegiatan tersebut belum tepat dilaksanakan sebelum adanya kejelasan kompensasi lahan yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan.
Koordinator FMG, H. Kamal, menyampaikan kekecewaan warga terhadap pelaksanaan FGD yang dinilai tidak melibatkan masyarakat terdampak secara langsung. Ia mengatakan warga merasa tersinggung karena tidak pernah mendapat konfirmasi maupun pemberitahuan sebelumnya mengenai kegiatan tersebut. (18/02)
“Kami selaku warga setempat merasa tersinggung adanya pelatihan ini. Kami sama sekali tidak pernah dikonfirmasi ataupun diberi tahu, sementara kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh teman-teman dari DLH, nyatanya acak-acakan,” ujarnya.
Selain itu, Kamal juga menyoroti persoalan lahan milik warga yang hingga kini belum mendapatkan kepastian ganti rugi. Menurutnya, terdapat tanah milik warga Galuga dan Dukuh yang bertahun-tahun tidak dapat digarap sehingga tidak menghasilkan apa pun, namun proses pembebasan lahan terus mengalami penundaan.
“Ada warga kami yang tanahnya bertahun-tahun tidak bisa digarap, tidak menghasilkan tanaman. Ganti ruginya belum jelas dan pembebasannya selalu diundur,” tambahnya.
FMG berharap ke depan setiap kegiatan sosialisasi maupun pembahasan terkait TPA Galuga dapat melibatkan masyarakat setempat secara langsung. Mereka menekankan pentingnya keterlibatan kepala dusun, RW, dan RT agar tidak terjadi kesalahpahaman komunikasi antara pemerintah dan warga.
Warga juga meminta pemerintah segera memberikan kepastian terkait kompensasi lahan serta transparansi rencana proyek PSEL, sehingga proses pembangunan dapat berjalan tanpa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.(Mar)