Berita Kabupaten & KotaDaerah

Asap Tambang Pongkor Jadi Sorotan, KNPI Nanggung Desak Informasi Valid ke Publik

KAB.BOGOR, NANGGUNG – Munculnya kepulan asap di kawasan pertambangan emas PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sejak Selasa malam (13/1/2026), menuai perhatian serius dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Nanggung yang menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.

Ketua Terpilih DPK KNPI Kecamatan Nanggung, Koharudin, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada informasi resmi dan valid terkait dampak kepulan asap tersebut, termasuk kepastian ada atau tidaknya korban jiwa maupun korban luka, baik dari kalangan pekerja perusahaan maupun masyarakat sekitar.

“Sampai hari ini kami belum menerima data yang benar-benar valid terkait ada atau tidaknya korban akibat kejadian kepulan asap di kawasan tambang Pongkor. Oleh karena itu, KNPI Kecamatan Nanggung mempertanyakan secara terbuka apakah benar terdapat korban, baik dari pekerja maupun masyarakat sekitar,” tegas Koharudin.

KNPI juga menyoroti belum jelasnya penyebab munculnya kepulan asap tersebut, serta siapa saja pihak yang diduga terpapar secara langsung. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat apabila tidak segera disikapi dengan keterbukaan informasi.

Sehubungan dengan itu, KNPI Kecamatan Nanggung mendesak instansi terkait, mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan, Kepolisian, Forkopimcam Nanggung, hingga manajemen PT Antam, untuk segera menyampaikan informasi yang valid, akurat, dan transparan kepada publik.

Menurut Koharudin, keterbukaan informasi menjadi sangat penting untuk menghindari simpang siur kabar, memastikan langkah penanganan dan mitigasi dilakukan secara tepat jika memang terdapat pihak yang terdampak, serta memberikan kepastian dan rasa aman bagi warga Kecamatan Nanggung dan sekitarnya.

Sebelumnya, isu kepulan asap di kawasan tambang Pongkor sempat viral di media sosial dan grup WhatsApp. Bahkan, beredar narasi yang menyebut ratusan orang diduga terjebak gas beracun, dengan klaim puluhan hingga ratusan korban jiwa. Informasi tersebut langsung dibantah dan masih dalam tahap penyelidikan aparat kepolisian.

Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, menegaskan bahwa pihaknya bersama tim PT Antam telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun, proses pendalaman terkendala kondisi asap yang masih menyelimuti sejumlah lubang tambang sehingga membahayakan keselamatan petugas.

AKP Ucup juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian terkait adanya gas beracun maupun jumlah korban seperti yang dinarasikan dalam video viral. Ia memastikan bahwa jika memang terdapat korban, mereka bukan merupakan karyawan resmi PT Antam dan bukan disebabkan oleh longsor.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bupati Bogor telah memerintahkan jajarannya untuk memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian, BPBD, dan PT Antam guna memastikan keamanan lingkungan dan masyarakat sekitar kawasan tambang.

Manajemen PT Antam UBPE Pongkor juga menyatakan tengah melakukan pemeriksaan internal dan koordinasi dengan aparat keamanan serta instansi terkait untuk memastikan kondisi operasional perusahaan tetap aman dan tidak membahayakan pekerja maupun masyarakat.

KNPI Kecamatan Nanggung menyatakan kesiapan untuk membantu proses pendataan, pemantauan, dan pendampingan apabila benar terdapat warga yang terdampak. KNPI menegaskan akan terus mengawal kejadian ini agar hak-hak masyarakat tetap terlindungi dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Di akhir pernyataannya, KNPI mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang.(*)

Admin Lensa

Portal Berita Teraktual Dan Terupdate

Berita terkait

Back to top button