Menapaki Peninggalan Sejarah di Museum Situs Pasir Angin

KAB. BOGOR, CIBUNGBULANG – Museum Situs Pasir Angin menyimpan beragam jejak sejarah. Di museum ini, pengunjung bisa mempelajari sisa-sisa peninggalan dari masa prasejarah sampai ke era Kolonial.
Bangunan museum berada di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam kunjungannya pada Jumat (16/1/2026) lalu menyampaikan, banyak temuan yang bisa dipelajari di Museum Situs Pasir Angin.
“Di situs ini kita bisa melihat berbagai lapis kebudayaan, dari era Neolitik, kemudian era Klasik, sampai ke era Kolonial. Banyak temuan yang bisa kita lihat mulai dari arca, hingga artefak lain yang sudah dilengkapi dengan keterangan,” kata Menbud RI.
Salah satu temuan penting dari kawasan ini adalah topeng emas yang kini tersimpan di BRIN Cibinong. Menbud RI mengatakan, artefak tersebut punya nilai penting dalam mempelajari serta memahami kehidupan di masa lalu.
“Topeng emas yang ditemukan di sini memberikan gambaran tentang aspek-aspek kehidupan masyarakat di masa lalu yang ada di sekitar situs Pasir Angin ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Menbud RI juga mengunjungi Tugu Jepang yang masih berada di kawasan situs. Tugu tersebut menandai peristiwa sejarah pada abad ke-20, ketika kawasan Pasir Angin menjadi lokasi pertempuran antara pasukan Sekutu dan Jepang.
“Wilayah ini merupakan bukit tertinggi yang bisa memantau seluruh area. Pada masa itu, tentu belum banyak pohon seperti sekarang, sehingga dari sini bisa melihat langsung alur pergerakan tentara dan dinamika pertempuran,” jelas Menbud RI.
Situs Pasir Angin telah diteliti secara intensif sejak tahun 1970 hingga 1975. Melalui hasil ekskavasi, ditemukan beragam artefak yang terbuat dari batu, besi, perunggu, tanah liat, obsidian, kaca, hingga gerabah.
Setahun setelah rangkaian penelitian tersebut, pada 1976 didirikan sebuah bangunan di sekitar area penggalian yang awalnya difungsikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda temuan. Seiring waktu, bangunan tersebut kemudian dikembangkan menjadi Museum Situs Pasir Angin yang dapat dikunjungi oleh masyarakat luas sebagai sarana edukasi dan pelestarian sejarah.
“Ini merupakan satu situs bersejarah. Ke depannya kita harapkan dapat direvitalisasi dan kita lengkapi data-data temuannya. Sehingga situs ini bisa semakin menarik bagi generasi muda untuk datang dan belajar tentang sejarah yang ada di Pasir Angin,” pungkas Menbud RI.
