Pesona Kabupaten Garut: Curug Dua Cipederesi

lensareportase.com, Curug Dua Cipederesi berada Kampung Buligir, Desa Parentas, Kec Cigalontang, Tasikmalaya, yang berbatasan langsung dengan kabupaten Garut. Posisinya berada sebelah Barat Laut Kota Tasikmalaya dengan jarak sekitar 33 km, melalui Singaparna.

Curug Dua Cipederesi adalah wisata baru yang mana wisata ini dikelola oleh Karang Taruna Desa Parentas sendiri. Wisata ini baru saja akan dibuka pada hari Sabtu , 22 Mei 2021 dan selanjutnya Curug Dua Cipederesi akan buka tiap Hari Sabtu dan Minggu.
Curug ini sering disebut oleh sebagian orang dengan nama Curug Ciparay 2, karena lokasinya yang berada di sebelah barat Curug Ciparay. Bagi yang suka memacu adrenalin Curug Dua Cipederesi ini sangat cocok untuk dikunjungi, karena untuk menuju ke curug ini trekking nya lumayan ekstrim jadi harus memiliki fisik yang lumayan kuat.

Curug yang eksotis ini memiliki ketinggian sekitar 60 meter dengan kondisi air yang jernih dan dingin karena berada di lereng gunung berapi. Di bagian bawah dingding curug mengalir juga mata air yang sangat jernih yang bisa langsung diminum. Memiliki 2 aliran (curug kembar) jika saat musim hujan namun saat musim kemarau, curug ini hayang mengalir 1 aliran saja.

Bagi yang tertarik untuk berkunjung ke curug ini, sebaiknya minta di antar oleh warga setempat dikarenakan lokasi curug nya yang lumayan jauh berada di tengah hutan. Juga untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dan jangan lupa bawa peralatan pengaman seperti tali dan sabit.

Untuk menuju ke lokasi curug ini bisa menggunakan 2 jalur yakni :
Pertama bisa menggunakan jalur menyusuri sungai yang aliran airnya langsung mengalir ke curug Ciparay dengan arus lumayan deras, di tambah di beberapa titik kita harus memanjat batu-batuan dingding sungai yang lumayan terjal dengan memakan waktu sekitar 1 – 1,5 jam tergantung kondisi fisiknya.

Kedua bisa menggunakan jalur hutan dengan melewati rimbunan pohon dan naik turun bukit dengan memakan waktu sekitar 2 – 2,5 jam. Lama memang, namun rasa capek setelah trekking berjalan kaki akan terbayar setelah kita sampai di lokasi curug tersebut semuanya hilang oleh kesejukan, asri, rindang, dan damai di surga yang tersembunyi ini.

Walaupun kondisi perjalanannya terbilang ekstrim tetapi curug ini sudah ditandai dalam Google Maps.(*)

Sumber : KABP

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.