Pemuda RW 03 Desa Gede Pangrango Kec. Kadudampit Berhasil Mengurai Sampah Secara Mandiri

 

Lensareportase.com-Kadudampit Sukabumi
Permasalahan sampah masih saja menjadi polemik dan masalah bagi lingkungan, baik di dusun perkampungan terlebih di perkotaan.
Pasalnya siklus limbah rumah tangga dan limbah perusahaan sekala kecil dan menengah baru dapat di pecah kan dengan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA saja.

Berbagai penemuan cara pengolahan sampah secara lembaga dan mandiri yang kreatif dan inovatif terus di kembangkan untuk bisa mengurai sampah di dulang menjadi berbagai hasil karya dan pundi bernilai ekonomis. Salah satunya sampah berbahan pelastik dan sampah organik. Di beberapa daerah sudah mulai mengembangkan pengolahan sampah menjadi nilai jual yang bisa meningkatkan taraf ekonomi.

Lain hal yang di lakukan oleh para pemuda Nurul Ikhsan Kp Cibunar RT 12 dan Rt 13 RW 03 Desa Gede Pangrango Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi, yang peduli terhadap lingkungan, dengan mengolah sampah rumah tangga ( organik ) menjadi bahan dasar pakan ternak.
Sampah tersebut di dapati dari setiap rumah dan di tampung di satu tempat untuk dipilah dan di proses menjadi pakan ternak magot dan pupuk organik.

 

Keberhasilan pemuda Nurul Ikhsan Kp Cibunar dalam mengurai permasalahan sampah patut di dukung dan diberi apresiasi meski sekala kecil tingkat RT dan RW, artinya mereka sudah mampu dan peduli terhadap lingkungan.

Ketua Pemuda Nurul Ikhsan Kp cibunar RT 12 Muhammad Yasin. Ketika ditanya wartawan lensareportase.com tentang kepeduliannya terhadap sampah yang di olah secara mandiri, dirinya menjelaskan bahwa permasalahan sampah tersebut sudah bisa di pecahkan dengan diperoses menjadi pundi rupiah.

 

“Alhamdulillah kami di lingkungan Rt 12/13 Rw 03 peduli terhadap lingkungan agar tetap bersih dan nyaman, hal itu dilakukan dengan cara mengajak para pemuda untuk peduli terhadap lingkungan nya dan sebetulnyan kalo di kelola sampah tersebut bisa menjadi pundi bernilai ekonomi”, kata Yasin. Minggu 06 Juni 2021.

 

“Salah satunya sampah kami ambil dari tiap rumah dan kami perose pemilahan, untuk sampah organik, kami jadikan pakai magot, dan pakan konsentrat, magot ini kami jadikan pakan ternak untuk mengurangi biaya produksi dalam usaha ternak, sementara sampah non organik seperti plastik bekas air mineral kami tampung dan nantinya ada pengepul yang datang”, ujarnya

“Kami berharap dengan giat peduli lingkungan ini salah satunya sampah akan berdampak positif, dan menjadikan lingkungan tetap bersih dan nyaman, juga bisa diikuti semua masyarakat dengan kesadaran tinggi tidak membuang sampah sembarangan.” terang nya

Ketua RW 03 sekaligus pembina kelompok Pemuda Nurul Ikhsan Muhammad Yamin. Menanggapi bahwa kegiatan tersebut sangat positif dan menjadikan lingkungan tetap bersih dan nyaman.

“Alhamdulillah dengan digalakkan nya kegiatan para pemuda peduli lingkungan kami atas nama warga masyarakat Kp Cibunar, merasa nyaman dan tidak khawatir dengan sampah, yang dimana sebelumnya masyarakat berpikir bahwa sampah itu kotor bau dan sebagainya, kami rubah paradigma tersebut dengan melakukan peroses pengolahan sampah secara mandiri,” katanya.

“Lalu setelah sampah kami olah menjadi bahan pakan konsentrat, dan pakai magot ternyata menghasilkan nilai jual ekonomis dan menjadikan peluang potensial kedepan yang bisa menaikan taraf ekonomi”, tanbahnya

“Kami juga berharap dan mengajak kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya, tempat yang telah kami sediakan, agar lingkungan tetap bersih, harapan kedua pemerintah bisa mendukung dari segi moril maupun materil untuk menanggulangi masalah sampah”. Pungkas ketua RW 03 M. Yamin.

 

Dengan keberhasilan pengolahan sampah secara mandiri ini PR bagi pemerintah baik daerah maupun setempat untuk mendukung dan mengembangkan potensi tersebut agar permasalahan sampai bisa teratasi.

As/smi

Related posts