Pembangunan Embung Pertanian Distanak Di Desa Karya Teladan Diduga Bermasalah

lensareportase.com, Musi Rawas – Proyek pembangunan embung pertanian dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas yang berlokasi di Desa Karya Teladan Kecamatan Muara Kelingi diduga bermasalah, pasalnya embung pertanian tersebut ternyata tidak sesuai dengan peruntukannya

Berdasarkan informasi yang di peroleh Sabtu (25/9/2021) dari Ketua kelompok tani (Koptan) Tani Mandiri Sumarni menuturkan bahwa Koptan Tani Mandiri mendapatkan program bantuan embung tani menggantikan bantuan yang seharusnya di berikan kepada kelompok tani Karya Jaya dimana pada tahun yang sama kelompok tani Karya Jaya menerima dua bantuan yaitu sapi dan embung.

Akan tetapi menurut keterangan dari pihak dinas pertanian jika dalam satu kelompok tidak boleh mendapatkan bantuan maka bantuan embung tersebut di berikan kepada Koptan Tani Mandiri, Jelasnya

Selanjutnya untuk Rencana Anggaran Belanja (RAB) serta spesifikasi bangunan dirinya mengaku tidak mengetahui

“Secara persis berapa anggaran yang di gunakan untuk Pembuatan embung tani tersebut saya tidak mengetahui karena saya tidak melihat RAB nya, kalo berdasarkan informasi itu anggarannya 120juta” Jelasnya Singkat

Pada saat proses pebuatan dan pengajuan proposal memang kami dari kelompok tani di minta untuk melakukan pembukaan rekening di salah satu Bank milik negara di kawasan Kecamatan Tugumulyo, namun kapan pencairan anggaran tersebut kami tidak mengetahui, taunya proses pembangunan embung sudah di mulai, tambahnya

Ia menjelaskan berdasarkan proposal pengajuan yang dibuat kelompok tani, embung tersebut akan di gunakan untuk pengairan tanaman holtikultura seluas 10Ha, akan tetapi jika melihat hasil pembuatannya tersebut saya pesimis embung tersebut dapat berfungsi sesusuai dengan peruntukannya

“Saya meyakini jika embung tersebut nantinya tidak dapat difungsikan karena itu hanya tadah hujan, tidak ada sumber air, kemudian luas dan kedalamannya tidak sesui, bagaimana mungkin dapat mengairi lahan pertanian kalo model embung seperti bak mandi” Ujarnya

Jumat (17/8/2021) tim dari provinsi turun mengecek ke lokasi pembamgunan embung, nah dari tim yang turun tersebut mengatakan bahwa berdasarkan pengajuaan pembuatan embung tersebut yang diterima pihak provinsi itu di peruntukan untuk pengairan sawah seluas 25Ha, mereka kaget ternyata setelah turun ke lokasi tidak ada sawahnya. Ucap sumarni menjelaskan

Sementara dari pantaun dilokasi proyek tersebut Rabu (22/9/2021) sekira pukul 16.00 di dampingi warga sekitar lokasi proyek Selamet (39) mengaku jika pada awal pembangunan waduk, dirinya diminta untuk menandatangani berkas persetujuan proyek

“Pada saat akan dilakukan pembangunan waduk tersebut saya suruh menandatangani persetujuan proyek karena lokasinya berdekatan dengan rumah saya, pada saat itu ukuran waduk 30X50 meter dengan kedalaman 7 meter, tapi ternyata realisasinya cuma 20X15 meter dengan kedalaman 190 Cm” Terangnya (Musyanto)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.