Menanggapi Kekhawatiran Pedagang, Mulyadi: Surat Kuning Menjadi Salah Satu Basis Pendataan Kami

KAB.BOGOR – Pasca kebakaran pasar Leuwiliang yang menghanguskan Kios dan Los serta Auning yang terjadi pada rabu malam (27/09/2023) lalu masih menyisakan pilu bagi para pedagang pasalnya hingga saat ini belum ada kejelasan terkait relokasi dan bantuan dari pemkab bogor. Sabtu (07/10/2023).

Sejumlah pedagang pun berharap relokasi sendiri bisa direalisasikan secepatnya, jika nanti dibangun kembali harapannya hak para pedagang jangan sampai hilang.

Menanggapi kekhawatiran para pedagang soal kios, Kepala PD Pasar Tohaga Unit Leuwiliang Mulyadi menjelaskan, Yang pertama kita pasti akan melakukan pendataan pedagang yang memang pedagang pedagang tersebut terdampak kita lihat dalam kondisi sekarang yang terdampak ini mereka sudah membuka beberapa lokasi usahanya. Selanjutnya kami akan melakukan pendataan dengan basis data kartu tanda berdagang yang dulu biasa disebut dengan buku kuning.

“Yang pasti tim kami sudah bergerak pendataan langsung ke lapangan terkait dengan lokasi tempat usaha, ada daganganya ditanya terkait dengan nama komoditi dan asal darimana dia sebelum kebakaran kemudian dibuktikan dengan kartu tanda berdagang.”

Mulyadi pun membeberkan, Yang pertama komunikasi dengan pedagang harus tetap terjalin satu adalah keinginan pedagang tentunya setelah kebakaran Ini Mereka ingin ada tempat penjualan kembali, Nah itu Alhamdulillah mereka sudah sudah terakomodir, Walaupun memang belum 100% tapi alhamdulillah dan situasi pun cukup kondusif juga, pentingnya satu komunikasi dengan pedagang.

“Menanggapi kekhawatiran.terkait dengan surat KTP (Kartu Tanda Pedagang) atau surat kuning itu menjadi salah satu basis pendataan kami tidak usah khawatir untuk pedagang yang terdampak kebakaran Ini tentunya akan dialokasikan ke lokasi tempat penampungan sementara.”Tutur Mulyadi (*)

Related posts