Lensa NewsSorot

Geopix Desak Otoritas Kendalikan Pembukaan Bandung Zoo dan Prioritaskan Kesejahteraan Satwa

Yogyakarta, 16 Januari 2026. Geopix kembali menyampaikan keprihatinan serius atas pembukaan Bandung Zoo untuk kunjungan publik tanpa melalui proses evaluasi maupun audit pengelolaannya yang disampaikan ke publik. Hal tersebut dibarengi dengan temuan dugaann kondisi satwa liar yang dilindungi termasuk Orangutan, Gajah,dan Monyet Hitam yang membutuhkan perhatian dan evaluasi mendesak oleh para pihak terutama mengenai kondisi pemeliharaannya.

Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix, menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan satwa harus menjadi prasyarat kunci sebelum kebun binatang dibuka kembali untuk publik dalam konflik berkepanjangan pengelolaan Bandung Zoo yang berlangsung.

“Kami mendesak lembaga pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa membuka kembali kebun binatang tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak. Bahkan kelayakan tersebut tidak sekedar terpenuhinya kebutuhan pakan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan, tetapi para pihak juga harus memastikan aspek-aspek pengelolaan lainnya telah siap secara utuh seperti kesejahteraan tenaga kerja serta yang lebih penting kesejahteraan satwa-satwanya. Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stress Orangutan, Gajah dan Monyet Hitam, sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan dan tidak boleh diabaikan,” ujar Annisa

Kekhawatiran Geopix diperkuat oleh pendapat Indira Nurul Qomariah, Senior Biologist dan Wildlife Curator – Center for Orangutan Protectio.

“Pada primata termasuk orangutan dan monyet hitam, kebotakan di lengan dan kaki bawah dapat disebabkan oleh adanya penyakit kulit, malnutrisi, atau stres (akibat kebosanan atau kebiasaan kompulsif) yang memicu perilaku seperti overgrooming. Kebotakan dapat juga disebabkan oleh penyakit genetik seperti alopecia. Perlu dilakukan pemeriksaan medis dan observasi perilaku lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebotakan tersebut” jelas Indira.

Selain itu Indira juga menyoroti kondisi Gajah yang diduga menunjukkan gejala stres yang serius.

“Gajah menunjukkan perilaku stereotip berupa swaying (gerakan berulang tanpa tujuan), yang termasuk indikator stres. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak mendukung kesejahteraan satwa, antara lain kurangnya pengayaan (enrichment) atau kebutuhan sosial seperti bersosialisasi dengan gajah lainnya” tambahnya.” tambahnya.

Menurut Geopix, pembukaan kebun binatang untuk publik di tengah indikasi terjadinyagangguan kesejahteraan satwa justru berpotensi memperburuk kondisi satwa danmencerminkan kegagalan tata kelola konservasi ex-situ di Indonesia. Otoritas publik memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk memastikan seluruh lembaga konservasi mematuhi standar kesejahteraan satwa, transparansi pengelolaan, serta pengawasan yang ketat.

Geopix mendesak agar dilakukan langkah-langkah berikut sebelum pembukaan kembali dilakukan:

Evaluasi menyeluruh terhadap kondisi satwa dan fasilitas kandang
● Audit independen oleh otoritas dan tenaga ahli kompeten
● Transparansi kepada publik terkait kondisi kesehatan dan perawatan satwa
● Penundaan pembukaan hingga standar kesejahteraan satwa benar-benar terpenuhi

Geopix menegaskan kondisi satwa, khususnya satwa liar yang dilindungi di Bandung Zoo ini, merupakan fenomena gunung es terkait kesejahteraan satwa di kebun binatang dan lembaga konservasi di seluruh Indonesia.

Kepercayaan publik terhadap lembaga konservasi hanya dapat dibangun melalui komitmen
nyata terhadap perlindungan dan kesejahteraan satwa di dalamnya.(*)

Admin Lensa

Portal Berita Teraktual Dan Terupdate

Berita terkait

Back to top button