Lensa NewsSorot

Dugaan Pemerasan Kembali Terjadi di Bogor Barat, Oknum Mengaku APH dan Wartawan Disorot

KAB.BOGOR, Belum lama berselang dari kasus serupa, dugaan tindakan pemerasan kembali mencuat di wilayah Bogor Barat. Sejumlah oknum yang mengaku sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) dan wartawan diduga hendak melakukan pemerasan terhadap salah satu pengusaha setempat.

Menurut informasi yang dihimpun, para oknum tersebut mendatangi lokasi usaha korban dengan membawa identitas dan mengatasnamakan institusi serta profesi tertentu. Mereka diduga menyampaikan ancaman akan melaporkan atau memberitakan hal-hal negatif terkait usaha korban apabila tidak diberikan sejumlah uang.

Tindakan pencatutan institusi negara dan profesi wartawan tersebut dinilai sangat mencoreng nama baik aparat penegak hukum maupun insan pers yang selama ini bekerja secara profesional dan berlandaskan etika.

“Perbuatan seperti ini sangat meresahkan. Mereka mengaku-ngaku aparat dan wartawan, padahal tujuannya diduga untuk menekan dan memeras,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (05/01/2026).

Sejumlah pihak mendesak agar aparat kepolisian segera turun tangan untuk menindak tegas para pelaku apabila terbukti melakukan pemerasan dan pencatutan institusi. Penegakan hukum dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat, khususnya para pelaku usaha.

Di sisi lain, organisasi profesi wartawan juga diharapkan turut berperan aktif dalam menertibkan oknum-oknum yang mencatut profesi pers demi kepentingan pribadi. Profesi wartawan memiliki kode etik yang jelas dan tidak dibenarkan digunakan sebagai alat intimidasi atau pemerasan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan institusi atau profesi tertentu. Apabila menemukan indikasi pemerasan, masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.(Mar)

Admin Lensa

Portal Berita Teraktual Dan Terupdate

Berita terkait

Back to top button