Lensa NewsSorot

Advokat Diansyah Putra Gumay Soroti Kasus Anak SD Meninggal Diduga Bunuh Diri di NTT

KAB.BOGOR – Peristiwa meninggalnya seorang anak sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga akibat bunuh diri menuai perhatian berbagai pihak. Salah satunya datang dari advokat Diansyah Putra Gumay, SH, MM, yang menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendorong adanya penanganan serius terhadap kasus tersebut.

Menurut Diansyah, kejadian yang melibatkan anak di bawah umur tidak boleh dipandang sebagai peristiwa biasa. Ia menilai perlu adanya penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk kemungkinan adanya tekanan psikologis, perundungan, maupun faktor lingkungan lainnya.(05/02)

“Kasus ini harus ditangani secara komprehensif dan transparan. Negara memiliki kewajiban melindungi anak, sehingga setiap indikasi yang mengarah pada kekerasan psikis, perundungan, atau kelalaian pengawasan harus diusut tuntas,” ujar Diansyah dalam keterangannya.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman serta ramah anak. Menurutnya, sistem deteksi dini terhadap masalah kesehatan mental anak perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, Diansyah mendorong aparat penegak hukum dan lembaga perlindungan anak untuk bekerja sama melakukan pendampingan terhadap keluarga korban serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pendekatan yang digunakan tidak hanya hukum semata, tetapi juga psikologis dan sosial. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak mengenai urgensi perlindungan anak dan perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan pendidikan maupun keluarga. Pemerintah diharapkan dapat memperkuat kebijakan pencegahan serta menyediakan layanan konseling yang mudah diakses oleh anak-anak dan orang tua.

Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan psikologis berat, penting untuk segera mencari bantuan profesional melalui tenaga kesehatan, konselor, atau layanan dukungan terdekat. Dukungan dan perhatian bersama sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya tragedi serupa.(Mar)

Admin Lensa

Portal Berita Teraktual Dan Terupdate

Berita terkait

Back to top button