Berita TerbaruLensa News

Dua Kali Perayaan Idul Fitri 1447 H, Pedagang Dadakan Keluhkan Penurunan Omzet

KAB.BOGOR, LEUWILIANG — Perbedaan waktu dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang terjadi tahun ini berdampak pada para pedagang dadakan. Sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan omzet penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satunya dirasakan oleh Fajri, seorang pedagang sandal musiman yang biasa berjualan menjelang Lebaran. Ia mengungkapkan bahwa kondisi penjualan tahun ini tidak seramai tahun lalu, meskipun sudah berupaya menarik pembeli dengan memberikan harga yang relatif murah.

“Kalau tahun kemarin lebih ramai, sekarang terasa sepi. Mungkin karena Lebarannya beda-beda, jadi pembeli juga terbagi,” ujar Fajri saat ditemui di lapaknya.(20/03)

Untuk menarik minat pembeli, Fajri bahkan mengaku telah mengobral harga sandal dagangannya. Ia menjual sandal dewasa dengan harga tertinggi Rp40.000, sementara sandal anak-anak dibanderol di kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000.

Meski harga yang ditawarkan cukup terjangkau, namun kondisi tersebut belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan. Para pedagang berharap situasi serupa tidak kembali terjadi di tahun mendatang, agar momentum Lebaran dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan.

Fenomena dua kali perayaan Idul Fitri ini dinilai memengaruhi pola belanja masyarakat, yang cenderung menyesuaikan dengan waktu perayaan masing-masing, sehingga berdampak pada penurunan daya beli di lapak-lapak pedagang dadakan.(mar)

Admin Lensa

Portal Berita Teraktual Dan Terupdate

Berita terkait

Back to top button