HumanioraKomunitas

Wamen Ekraf Ajak Publik Gaungkan Teater Musikal di TIM: Persembahan Luar Biasa

JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi teater musikal ‘Rodgers & Hammerstein’s Cinderella’ di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM). Wamen Ekraf Irene menilai seni pertunjukan produksi Center Stage Community (Censtacom) sudah berstandar internasional.

“Saya menjadi bagian dari penonton saat berada di sini dan melihat dengan hati seperti apa hasil latihan dari para pejuang teater musikal dalam jangka waktu yang lama. Dengan pertunjukan bertaraf internasional yang didukung talenta dari generasi muda tentu ini membuktikan visi Indonesia Emas 2045 bisa kita capai,” ucap Wamen Ekraf Irene usai menyaksikan persembahan spektakuler itu pada Kamis, 15 Januari 2026.

Censtacom di balik layar show ini merupakan komunitas teater musikal berbasis di Jakarta yang berdiri sejak tahun 2019 dan telah memproduksi 20 pementasan, termasuk adaptasi Broadway seperti Little Women dan Sister Act. Komunitas teater musikal ini berkomitmen memberikan inspirasi dan menyebarkan rasa cinta terhadap subsektor seni pertunjukan yang mendukung ekonomi kreatif nasional.

Untuk pertunjukan ‘Rodgers & Hammerstein’s Cinderella’, bakal ada 7 show dari 15 Januari sampai 18 Januari 2026. Para pemain dan tim di balik layar teater musikal ini telah melalui tahap audisi terbuka sehingga bisa memperlihatkan kebebasan berekspresi dan totalitas produksi yang tercermin dari hati selama jangka waktu 9 bulan untuk proses kreatif yang dilalui.

Beberapa lagu utama seperti ‘In My Own Little Corner’, ‘Ten Minutes Ago’, dan ‘Do I Love You Because You’re Beautiful?’ dengan perpaduan koreografi dan musikalitas yang kuat.

“Pertunjukan ini menjadi persembahan yang luar biasa dengan standar global. Teater musikal di Indonesia perlu banyak disebarluaskan ke seluruh dunia bahwa kita memiliki seni pertunjukan yang bisa dibanggakan. Gunakan media sosial yang kita punya untuk terus dukung mereka supaya semakin banyak yang menonton,” ungkap Wamen Ekraf Irene yang didampingi Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data Kementerian Ekraf Jago Anggara.

Pertunjukan yang disutradarai Josephine Angelica ini merupakan adaptasi musikal dari dongeng klasik yang disajikan dengan pendekatan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai kebaikan dalam ceritanya. Rodgers & Hammerstein’s Cinderella menyampaikan pesan nilai tentang keberanian bermimpi, keteguhan menghadapi keterbatasan, serta makna kebahagiaan yang dicapai melalui ketulusan.

“Cinderella menjadi cerita klasik sepanjang masa dari anak kecil sampai dewasa. Ada nilai-nilai baik yang ditanamkan bahwa segala sesuatu seperti kelihatan tidak mungkin, tapi ternyata semua mungkin bisa terjadi. Cerita yang sudah terkenal di seluruh dunia ini, kami coba hadirkan kembali supaya semua usia bisa merasakan magical Cinderella,” jelas Bobby Wijaya sebagai executive producer.

“Censtacom merupakan komunitas nirlaba, maka mereka yang terlibat ialah volunteer. Kami berharap Pemerintah mendukung program-program komunitas kreatif sehingga lebih besar pasar yang bisa dijangkau. Selain itu, generasi muda yang punya potensi dan kemampuan bisa terus digali dalam komunitas yang sehat dan banyak kegiatan positif. Makanya, kami juga buka kelas teater musikal untuk menjaga regenerasi supaya berkesinambungan,” tambah Bobby Wijaya yang didampingi eksekutif produser lain seperti Jeanne Herlina, Ferry Kusnowo, dan Fiona Hadinoto.

Tak sekadar menghadirkan karya besar untuk panggung pertunjukan Tanah Air, para pengunjung yang menonton Rodgers & Hammerstein’s Cinderella juga bisa membeli merchandise, menikmati kuliner dari UMKM favorit, dan merasakan pengalaman photobooth dalam area yang mengasyikan.(*)

Admin Lensa

Portal Berita Teraktual Dan Terupdate

Berita terkait

Back to top button