Kehadiran Ayah dalam Program GEMAR di Leuwiliang Minim

KAB.BOGOR, LEUWILIANG – Program Gerakan Ayah Mengambil Raport (GEMAR) yang dilaksanakan di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Leuwiliang dinilai belum berjalan optimal. Pasalnya, tingkat kehadiran ayah dalam kegiatan pengambilan raport siswa masih tergolong rendah.
Pantauan di SMP Negeri Leuwiliang pada Senin (22/12/2025) menunjukkan bahwa kehadiran ayah dalam pengambilan raport hanya sekitar 40 persen. Sementara itu, mayoritas wali murid yang hadir didominasi oleh para ibu.
Program GEMAR sejatinya bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam dunia pendidikan anak, khususnya dalam memantau perkembangan akademik dan pembentukan karakter siswa. Kehadiran ayah diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam mendukung proses belajar anak di sekolah.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya sejumlah kendala. Faktor pekerjaan menjadi alasan utama rendahnya kehadiran ayah. Hal ini diakui oleh sejumlah wali murid.
Salah satu wali murid, Siti (38), mengatakan bahwa suaminya sebenarnya ingin hadir, namun terbentur jam kerja.
“Bapaknya ingin datang, tapi kerja dari pagi sampai sore dan tidak bisa izin. Akhirnya saya yang datang mewakili,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rudi (42), wali murid lainnya. Ia menilai program GEMAR memiliki tujuan baik, namun perlu penyesuaian waktu.
“Programnya bagus, supaya ayah lebih terlibat. Tapi kalau pengambilan raport di jam kerja, ya berat. Mungkin bisa sore atau akhir pekan,” katanya.
Sementara itu, beberapa wali murid perempuan berharap program tersebut tidak dimaknai secara kaku. Menurut mereka, keterlibatan ayah tidak selalu harus ditunjukkan melalui kehadiran langsung di sekolah.
“Walaupun ayahnya tidak datang ke sekolah, di rumah tetap membahas hasil raport dan mendampingi anak belajar. Itu juga bentuk perhatian,” ujar wali murid kelas yang enggan disebutkan namanya.(Mar)


