Jalan Bojong Rangkas Ciampea Terancam Tak Tuntas, DPRD Dorong Pemkab Bogor Realisasikan Anggaran Lanjutan

KABUPATEN BOGOR, BOGOR BARAT – Kondisi Jalan Raya Cikampak–Bojong Rangkas yang menghubungkan Kecamatan Ciampea dengan wilayah Pamijahan hingga kini masih memprihatinkan. Jalan kabupaten tersebut merupakan akses vital penghubung dua kecamatan sekaligus jalur utama menuju kawasan wisata Pamijahan serta fasilitas strategis seperti SPBU dan SPBG.
Jalan tersebut sebelumnya mengalami longsor sekitar tiga tahun lalu. Namun ironisnya, penanganan baru dapat direalisasikan belakangan, meski perencanaan anggarannya telah tercatat sejak tahun 2015 dengan nilai awal sebesar Rp3 miliar.(03/02)
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Hasani, ST, menjelaskan bahwa akibat kebijakan efisiensi anggaran, proyek pembangunan turap atau TPT di lokasi tersebut hanya memperoleh alokasi sekitar Rp1,7 miliar.
“Saya mendukung kebijakan efisiensi anggaran, tetapi efisiensi itu harus terukur, terencana, dan tepat sasaran. Contoh kasus Jalan Bojong Rangkas ini, efisiensi justru berdampak pada tidak tuntasnya pekerjaan,” ujar Hasani.
Menurutnya, saat pelaksanaan pembangunan turap, terjadi longsor susulan pada awal November lalu. Kondisi ini membuat anggaran yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan lanjutan, khususnya urugan dan betonisasi rigid pavement yang sangat dibutuhkan demi keamanan jalan.
Saat ini, lebar jalan yang tersisa hanya sekitar dua meter, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Akses kendaraan roda empat masih ditutup total karena dikhawatirkan memicu longsor lanjutan.
“Kalau dipaksakan dibuka untuk roda empat, risikonya sangat besar. Bisa terjadi longsor lagi dan membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Akibat penutupan tersebut, kendaraan roda empat terpaksa dialihkan melalui Perumahan Dramaga Pratama dan sejumlah jalan desa. Kondisi ini dinilai tidak ideal karena jalan desa bukan diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan berat dan volume tinggi.
Hasani menekankan bahwa Jalan Bojong Rangkas merupakan jalan kabupaten dan jalan utama, bukan sekadar akses lokal. Selain menghubungkan dua kecamatan, jalan ini juga menjadi jalur utama distribusi bahan bakar ke SPBU dan SPBG di Desa Cicadas, yang sebelumnya hanya berjarak sekitar tiga kilometer melalui Jalan Cikampak.
“Sejak Oktober, Jalan Raya Cikampak hingga Pamedan ditutup karena pekerjaan TPT. Dampaknya sangat luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Muhammad Hasani secara terbuka memohon dukungan kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, serta rekan-rekan anggota DPRD, khususnya Komisi III dan Badan Anggaran, agar anggaran lanjutan tahun 2026 dapat segera direalisasikan.
“Saya mohon dukungan penuh agar sisa pekerjaan Jalan Bojong Rangkas di Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, dapat segera diselesaikan. Ini demi keselamatan, kelancaran mobilitas warga, dan kepentingan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(Mar)

