DPD KNPI Kabupaten Bogor Gelar Muscam Tingkat Kecamatan Leuwiliang

KAB.BOGOR, LEUWILIANG — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah KNPI tingkat Kecamatan Leuwiliang sebagai bagian dari agenda konsolidasi organisasi kepemudaan di tingkat kecamatan, (15/1).
Musyawarah tingkat Kecamatan Leuwiliang yang di gelar di Aula Kecamatan merupakan musyawarah ke-36 dari total 40 kecamatan yang dilaksanakan DPD KNPI Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dihadiri pengurus KNPI, perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), serta unsur pemuda setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan musyawarah dan dilanjutkan dengan persidangan guna menjalankan tahapan mekanisme organisasi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk proses pemilihan Ketua KNPI Kecamatan Leuwiliang untuk periode kepengurusan selanjutnya.
Melalui musyawarah ini, diharapkan terbentuk kepengurusan DPK KNPI Kecamatan Leuwiliang yang solid, demokratis, dan mampu menjadi wadah pemersatu pemuda di tingkat kecamatan.
Musyawarah KNPI Kecamatan Leuwiliang dijadwalkan berlangsung hingga seluruh agenda persidangan selesai dan menghasilkan keputusan organisasi sesuai hasil musyawarah mufakat.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi C.H, menyampaikan bahwa hari ini DPD KNPI Kabupaten Bogor melaksanakan Musyawarah KNPI di tingkat Kecamatan Leuwiliang. Musyawarah tersebut merupakan kecamatan ke-36 dari total 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, rangkaian kegiatan musyawarah telah diawali dengan pembukaan dan selanjutnya akan memasuki tahapan persidangan, termasuk mekanisme serta proses pemilihan Ketua KNPI Kecamatan Leuwiliang.
Wahyudi menjelaskan bahwa sebagian besar pelaksanaan Musyawarah KNPI di tingkat kecamatan di Kabupaten Bogor dilakukan secara aklamasi. Hal ini merupakan hasil dari tahapan dan mekanisme yang ditempuh melalui musyawarah mufakat para calon serta disepakati bersama oleh seluruh pihak yang terlibat.
Terkait jumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Kecamatan Leuwiliang, Wahyudi menyebutkan bahwa jumlahnya mencapai sekitar 52 OKP. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil sensus dan pendataan yang dilakukan oleh DPD KNPI Kabupaten Bogor, yang bersumber dari usulan masing-masing OKP yang terdaftar dan aktif di tingkat kecamatan.
Dalam Musyawarah KNPI Kecamatan Leuwiliang kali ini, terdapat dua calon ketua, yakni Heni Suheni dari Nasyiatul Aisyiyah (NA) dan Halwan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Keduanya dinilai sebagai putra-putri terbaik Leuwiliang yang diharapkan mampu bersatu dan bersama-sama membangun kepemudaan di wilayah tersebut.
Selain itu, Wahyudi juga menegaskan dukungan KNPI terhadap rencana pemekaran wilayah Bogor Barat. Menurutnya, pemekaran harus dibarengi dengan persatuan pemuda serta kemampuan menjaga kondusifitas keamanan dan ketentraman wilayah, yang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian pemekaran daerah.
“Hari ini DPD KNPI Kabupaten Bogor melaksanakan musyawarah KNPI di tingkat Kecamatan Leuwiliang. Ini merupakan kecamatan ke-36 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Tadi kita sudah melakukan pembukaan musyawarah dan saat ini akan masuk ke tahap persidangan untuk menjalankan mekanisme serta pemilihan Ketua KNPI Kecamatan Leuwiliang.”
“Kalau secara umum, sebagian besar musyawarah di Kabupaten Bogor dilaksanakan secara aklamasi. Sekitar 85 persen itu aklamasi, karena memang ada tahapan-tahapan yang ditempuh melalui musyawarah mufakat para calon dan disetujui bersama.”
“Jumlah OKP di Kecamatan Leuwiliang kurang lebih sekitar 52 OKP. Data ini berdasarkan hasil sensus dan pendataan kami, sesuai dengan usulan dari setiap OKP yang mengajukan dan terdaftar di tingkat kecamatan.”
“Hari ini ada dua calon, satu dari Nasyiatul Aisyiyah atas nama Heni Suheni dan satu lagi dari HMI atas nama Halwan. Keduanya adalah putra-putri terbaik Leuwiliang. Kita doakan bersama siapa pun yang terpilih nanti adalah yang terbaik dan setelah ini bisa bersatu serta berjalan bersama.”
“Untuk pemekaran Bogor Barat, tentu kami sangat mendukung. Yang paling penting adalah pemudanya harus bersatu dan mampu menjaga kondusifitas wilayah, karena salah satu indikator pemekaran daerah adalah keamanan dan ketentraman wilayah.” Pungkas nya.(Mar)


